Diawal Tahun 2000 burung parkit pernah menjadi tren, banyak masyarakat yang menernakan burung ini terutama di daerah sekitaran Solo. Harga yang waktu itu menggiurkan menarik minat warga, mereka berbondong-bondong untuk menternakan burung parkit ini. Pada waktu itu kendala pertama yang dihadapi adalah krisis moneter, akan tetapi tidak berpengaruh signifikan pada harga burung parkit, hanya saja biaya produksi yang meningkat di akibatkan harga pakan yang naik relatif tinggi. Kenapa harga pakan naik? karena pada saat itu kebanyakan jemawut yang menjadi pokok makanan parkit masih didatangkan dari luar negeri, sehingga krisis moneter perpengaruh langsung dengan kenaikan harga pakan. Tetapi dimasa sekarang jangan khawatir karena jemawut sudah dapat diproduksi dalam negeri dan kwalitasnya tidak kalah dengan yang impor. Setelah fruktuasi rupiah lambat laun mulai stabil, peternak dihantam dengan isu H5N1 atau lebih dikenal dengan flu burung. Kejadian ini merupakan pukulan telak bagi peternak parkit, hal ini mengakibatkan harga parkit dipasaran turun drastis, bahkan hampir tidak ada nilai jualnya. Bukan saja peternak parkit yang mendapat pukulan ini, seluruh peternak unggas produksi seperti ayam potong dan ayam petelur yang dikelola secara profesional pun mendapatkan imbas dari kejadian ini. Banyak para peternak besar yang gulung tikar bahkan sampai sekarang pun ada sebagian yang tidak bisa merintis usahanya lagi.
Yang unik dari beternak burung parkit adalah dimulai dari hobi dan akan kembali ke hobi lagi, hal ini yang menyebabkan pangsa pasar parkit stabil. karena konsumen burung ini kebanyakan penghobi burung sehingga berapapun harganya tidak masalah asalkan dapat memuaskan hati pembelinya. Tidak heran ketika krisis moneter melanda komoditas yang masuk wilayah hobi tidak terpengaruh dampak buruk krisis moneter tersebut. Kepanikan pasar tidak melanda komoditas hobi.
Ditahun ini Burung parkit mulai naik daun, harga burung ini mengalami peningkatan terus menerus walaupun tidak setinggi kerabat dekatnya (Love Bird). Kalau bisa membaca pasar burung parkit mempunyai prospek yang cukup baik sebagai penambah penghasilan keluarga.
Senin, 31 Januari 2011
Kamis, 20 Januari 2011
Cara berternak Parkit
Burung parkit merupakan salah satu spesies burung yang mudah beradaptasi, dengan kemampuannya itu maka burung ini bisa tersebar keseluruh belahan dunia. Berung yang mempunyai berbagai macam warna ini banyak diternakan oleh masyarakat. Burung ini pernah menjadi tren diawal tahun 2000, waktu itu banyak sekali masyarakat yang menangkarkannya karena proses penangkarannya yang relatif lebih mudah bila dibandingkan dengan jenis burung lainnya.
Burung ini biasa di tangkarkan dengan berkoloni yaitu dengan kandang ukuran besar dengan populasi puluhan ekor parkit dan sistem litter yaitu dengan kandang kecil yang berisi 1-3 pasang parkit. Kedua sistem ini ada kekurangan dan ada kelebihan masing-masing,. Pada sistem Koloni kelebihannya adalah dalam segi biaya, dengan model kurungan besar maka biaya yang di keluarkan lebih kecil, dari segi perawatan lebih efektif karena waktu penggantian pakan dan minuman cukup sekali sudah mencakup semua burung yang berada dalam sangkar. Sedangkan kelemahannya adalah kurangnya kontrol genetik, dengan banyaknya populasi perkawinan burung yang sedarah tidak dapat di kontrol sehingga menghasilkan keturunan yang kwalitasnya kurang baik, Kesehatan burung jg kurang bisa di kontrol sehingga pada waktu salahsatu burung terkena penyakit penularannya sangat cepat.Pada sistem litter kelebihannya adalah genetik burung dapat dikontrol dan memungkinkan untuk mendapatkan anakan yang punya kwalitas serta warna yang bagus, kesehatan burung lebih mudah di kontrol. Kekurangan sistem litter ini adalah dalam hal biaya, sistem ini memerlukan kandang yang banyak sehingga biaya yang diperlukan cukup besar.
* Hal yang harus diperhatikan dalam beternak Parkit
1. Pemilihan Bibit : Pilihlah bibit yang mimiliki gen yang bagus dan sehat. sehat ditandai dengan bulunya yang rapi dan kloakanya tidak ada kotoran yang menempel. biasanya kalau ada kotoran yang menempel dikloaka parkit menandaka burung itu sedang sakit.
2. Kondisi Kandang : Hindari kandang yang mempunyai kelembaban yang cukup tinggi karena burung parkit akan mudah terserang mencret dalam kondisi lingkungan yang lembab. sinar matahari harus selalu ada agar burung tetap sehat tapi jangan terlalu panas.
3. Makanan harus mempunyai kwalitas yang baik, kandungan gizi yang seimbang
4. Perawatan, Perawatan yang rutin adalan membersihkan kandang, karena kandang yang kurang bersih berakibat pada kesehatan burung yang akan menurun.
Setelah kurang lebih 3 bulan burung parkit akan mulai bertelur dan satu bulan kemudian kita dapat menikmati hasilnya...selamat mencoba
Burung ini biasa di tangkarkan dengan berkoloni yaitu dengan kandang ukuran besar dengan populasi puluhan ekor parkit dan sistem litter yaitu dengan kandang kecil yang berisi 1-3 pasang parkit. Kedua sistem ini ada kekurangan dan ada kelebihan masing-masing,. Pada sistem Koloni kelebihannya adalah dalam segi biaya, dengan model kurungan besar maka biaya yang di keluarkan lebih kecil, dari segi perawatan lebih efektif karena waktu penggantian pakan dan minuman cukup sekali sudah mencakup semua burung yang berada dalam sangkar. Sedangkan kelemahannya adalah kurangnya kontrol genetik, dengan banyaknya populasi perkawinan burung yang sedarah tidak dapat di kontrol sehingga menghasilkan keturunan yang kwalitasnya kurang baik, Kesehatan burung jg kurang bisa di kontrol sehingga pada waktu salahsatu burung terkena penyakit penularannya sangat cepat.Pada sistem litter kelebihannya adalah genetik burung dapat dikontrol dan memungkinkan untuk mendapatkan anakan yang punya kwalitas serta warna yang bagus, kesehatan burung lebih mudah di kontrol. Kekurangan sistem litter ini adalah dalam hal biaya, sistem ini memerlukan kandang yang banyak sehingga biaya yang diperlukan cukup besar.
* Hal yang harus diperhatikan dalam beternak Parkit
1. Pemilihan Bibit : Pilihlah bibit yang mimiliki gen yang bagus dan sehat. sehat ditandai dengan bulunya yang rapi dan kloakanya tidak ada kotoran yang menempel. biasanya kalau ada kotoran yang menempel dikloaka parkit menandaka burung itu sedang sakit.
2. Kondisi Kandang : Hindari kandang yang mempunyai kelembaban yang cukup tinggi karena burung parkit akan mudah terserang mencret dalam kondisi lingkungan yang lembab. sinar matahari harus selalu ada agar burung tetap sehat tapi jangan terlalu panas.
3. Makanan harus mempunyai kwalitas yang baik, kandungan gizi yang seimbang
4. Perawatan, Perawatan yang rutin adalan membersihkan kandang, karena kandang yang kurang bersih berakibat pada kesehatan burung yang akan menurun.
Setelah kurang lebih 3 bulan burung parkit akan mulai bertelur dan satu bulan kemudian kita dapat menikmati hasilnya...selamat mencoba
Langganan:
Postingan (Atom)
